Laurensius Fransiskus Radho

HUMANIORA, fortiternews.com – Lahir di Bajawa Pada tanggal 2 Oktober 1976 dengan nama lengkap Laurensius Fransiskus Radho yang biasa disapa Levi. Beliau mengawali pendidikan di TK Regina Pacis, kemudian menempuh Pendidikan Dasar di SDK Tanalodu,Sekolah Menengah Pertama beliau habiskan di SMP Negeri 2 Bajawa. Kecintaan beliau pada pendidikan membawanya melanjutkan pendidikan di SMA Negeri I Bajawa selama tiga tahun, dan akhirnya memilih Kuliah di Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta, Pada program studi Ekonomi, sehingga lulus Sarjana Ekonomi pada tahun 2000.

Sebagai anak pertama dari lima bersaudara beliau berhasil membanggakan kedua orangtuanya dan membuka jalan untuk saudara-saudaranya. Saat ini Levi begitu sapaan akrabnya telah berkeluarga dan memiliki istri cantik yang biasa disapa Mia. Selain itu diberikan dua putra yang saat ini duduk di bangku kelas 5 SD dan putra kedua masih berusia tiga tahun.

Saat ini dirinya mengabdikan diri pada Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada. Pada Tahun 2017, Ayah dua orang anak ini tak asing di kalangan bendahara BOS kabupaten Ngada khususnya untuk sekolah SD dan SMP baik negeri maupun swasta, karena sosok yang dikenal selalu mengenakan kacamata ini menangani seluruh laporan keuangan khususnya dana BOS dengan mahirnya melalui aplikasi excel dan rumusnya akan beliau ajarkan kepada siapa saja yang mau belajar dan mau mencari tahu.

Pria yang memiliki tinggi 170 cm ini, menghabiskan hampir separuh waktunya di kantor dinas pendidikan hingga tengah malam jika ada masalah keuangan dari beberapa sekolah yang masih bertabrakan dan masih belum ditemukan titik terangnya. Ketika semua sahabatnya di dinas telah meninggalkan meja kerja sesuai waktu, beliau masih sabar bekerja  bersama bendahara Bos yang masih antri menanti giliran konsultasi.

Ia adalah sosok yang sabar dalam menghadapi tiap keluhan dari para bendahara yang datang dengan segudang pertanyaan dan segudang masalah berhubungan dengan keuangan. Meski terkesan sedikit cuek bagi beberapa bendahara, tetapi sebenarnya ia akan selalu memberikan bantuan jika siapa saja betah untuk mencari tahu permasalahan dan pemecahannya secara bersama. Meski ada omelan dari bendahara ketika ia memberikan penjelasan berkaitan dengan alur dalam menangani laporan pertanggungjawaban atau LPJ, sosoknya tetap tenang dalam mengarahkan dan bahkan langsung membantu. Jika ada yang tak mau menindaklanjuti pengarahannya, beliau juga akan tetap membantu menyelesaikan.

“ Saya akan membantu jika mereka mau membantu diri mereka sendiri,” katanya di sela-sela kesibukannya menginput rancangan keuangan pada Simda. Memang benar ucapannya, jika kita mau membantu diri kita sendiri, pasti akan selalu ada jalan.

Ia adalah sosok  pecinta kopi hitam, kopi asli Bajawa yang dipetik dan diolah langsung. Terbukti, tiap ada pelayanan di Kantor Dinas Pendidikan, gelas kopi yang berisi kopi Bajawa panas setia menemani waktunya untuk menghabiskan pekerjaan yang terus menghampirinya. Setiap hari pria penyuka lagu barat beraliran rock ini selalu berhadapan dengan laptop untuk menuntaskan pekerjaannya.

Sosoknya adalah sosok yang enjoy, dan tak banyak yang tahu hal itu. Sebab, ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Jika belum mengenal sosoknya banyak yang beranggapan jika ia cuek. Dibalik cueknya pria yang memiliki kegemaran mendengarkan lagu sambil kerja ini akan menghabiskan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya menjadi tanggung jawab bendahara untuk tugas-tugasnya. Bahkan, hanya ditemani kopi beliau akan bertahan untuk menyelesaikan tugas yang dipercayakan padanya.

“ Besar harapan saya semua bendahara mau bekerja dari hati dan menyelesaikan waktu pelaporan keuangan sesuai waktu agar laporan keuangan kita tak terkesan lelet.” Begitulah harapan yang selalu beliau sampaikan kepada setiap orang yang datang bertanya padanya. Namun, hal ini kembali pada tanggapan kita yang memegang tanggung jawab menjalankan tugas, apakah kita mau mengindahkan harapan itu, atau tidak. (*)

Tulisan ini merupakan opini penulis terhadap pribadi Pak Levi yang sebenarnya serta tak banyak yang tahu.

Oleh Agustina Bate (Penulis adalah Guru di SMP St. Agustinus Langa dan penikmat sastra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here