Ilustrasi

Merintih aku terus berseru

Hingga sayup-sayup ku dengar

Kau berbisik.. Menggetarkan hati.

“AnakKu, mengapa engkau bersedih?

 

“Tuhan..

tiada lagi malu ku.

Tiada lagi ikhlas hati ku.

Yang ada kini hanya angkuh ku

Serta kerakusan akan gemerlap dunia.

 

“Tuhan..

Aku rindu.

Aku rindu berdiam dalam pelukMu.

Aku rindu hangatnya dekapanMu.

Cinta yang ku damba hanya ada dalam Dikau.

 

Tuhan …

Akankah aku layak dihadapanMu?

Akankah dunia berhenti memuaskan ku?

Karena aku rindu bersemayam dalam pelukMu.

Aku selalu rindu.

 

( di tepian rindu 051018. Kartika E.K)

*Penulis adalah penikmat kopi dan sastra, tinggal di Kupang, NTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here