Untuk bisa sukses harus dengan mencicil, itulah kesan pertama ketika mengenal sosok guru yang satu ini. Terlahir di Mangulewa, 28 Oktober 1987 dari rahim mama Margareta Wua dan ayah yang selalu berjuang yakni Bapak Yohanes Ko’e dengan nama lengkap Vencelus Hubertus Lodo. Vence, begitu sapaannya adalah anak kedua dari ketiga bersaudara.

Sosok guru yang dikenal tegas ini, mengawali pendidikan di SDK mangulewa dari tahun 1995-2001, kemudian melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri I Bajawa selama tiga tahun dari tahun 2001-2004, setelah itu kembali melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri I Bajawa selama tiga tahun 2004-2007 pada jurusan IPS.

Sempat terintas dalam benaknya untuk tidak melanjutkan pendidikan karena orangtuanya masih berjuang menyekolahkan kakaknya yang berjuang di Universitas Flores. Maka selama dua tahun beliau bekerja di luar sebagai tukang serabutan.

Namun, motivasi untuk kuliah tetap menghantui pikirannya. Akhirnya, diapun kuliah pada tahun 2009 di UNIVERSITAS FLORES Jurusan Matematika. Dengan keterbatasan beliau memutuskan untuk kuliah sambil kerja yakni dengan kredit motor untuk ojek ketika tidak ada jam kuliah.

Guru yang selalu tepat waktu ini  menuturkan jika semasa kuliah, waktu adalah segalanya. Saat anak kuliah lainnya menikmati masa istirahatnya dengan tidur, mendengarkan musik, jalan-jalan, atau main catur seperti kebanyakan mahasiswa lainnya mengisi waktu luang. Namun, Waktu luang baginya justru sebuah anugrah agar dia mendapatkan lembar-lembar rupiah untuk membantu biaya kuliahnya.

Meski begitu, di sela-sela menunggu penumpang yang menggunakan jasanya, sosok yang dikenal suka melucu dikala berkumpul bersama keluarga ini akan membaca banyak ilmu untuk memperkaya wawasannya. Empat tahun guru yang suka makan bakso ini, menjalani kuliah sambil ojek, dan akhirnya diwisuda pada Oktober 2013.

Mengawali honor di SMPN SATAP I Golewa pada Juli 2013 sampai Maret 2015, merupakan tantangan pertama yang harus dihadapi olehnya, sebab akses jalan yang sulit. Meski begitu tidak menyurutkan semangatnya untuk mengabdi dan mendidik anak bangsa.

Pada tahun 2014 pemerintah Kabupaten Ngada membuka tes CPNS melalui sistem computer asisted test ( CAT) dan diapun mengikutinya sesuai dengan bidang yang dia tekuni. Saat itu formasi guru matematika dibutuhkan satu orang. Dari 150 peserta tes sosok pemberi motivasi ini berada pada urutan pertama karena nilainya berada pada urutan teratas  dan beliau mendapatkan posisi yang diharapkan.

Akhirnya, pada Juli 2015 beliau mengajar di SMPN I Golewa. Sekolah model ini membawa banyak hal positif  dalam dirinya. “ Saya belajar banyak hal, mulai dari tertib waktu, bertanggung jawab pada peserta didik dan menjadi contoh untuk siswa, itu yang utama.” Katanya di sela-sela kesibukannya.

Kini, ayah dari dua putra ini dapat menikmati hasil jerih payahnya selama ini. “ Belajar tidak boleh menunggu saat ujian datang, tetapi mencicil dari hari ke hari itu lebih diingat dan lebih mudah masuk” Katanya.

Sosok yang suka pada olahraga bola kaki ini, selalu menciptakan suasana menyenangkan di kelas ketika siswa mulai jenuh ketika masuk pukul 12.00 dan seterusnya. Sering beliau juga mendampingi siswa saat ada kegiatan ekstra yakni olahraga.  Sebab, kecintaannya pada klub intermilan telah membuatnya mempelajari banyak hal berkaitan dengan seni dan taktik bermain bola.

Saat ini beliau telah dipindahtugaskan di SMPN I Golewa Barat yang merupakan tempat keliharannya. Sosok guru yang selalu mencintai keluarganya  ini selalu menerapkan aturan tegas yang beliau dapatkan di sekolah sebelumnya.

Banyak siswa yang selalu rindu jika sosok guru teladan ini tidak masuk karena alasan tertentu sebab menurut mereka, guru yang baik adalah guru yang dapat membuat mereka bisa melakukan sesuatu yang bernilai positif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here