Mahasiswa Teknik Elektro FST Undana Kupang Lahirkan Kaka Obet

0
180

KUPANG, fortiter news – Ada yang menarik dari kegiatan Solidaritas Merah Putih Nusa Tenggara Timur (Solmet Literasi NTT) saat membuat kampanye penyadaran publik lewat perpustakaan jalanan di halaman Bank Pitobi, Kuanino, Kota Kupang dari hari Kamis (16/8/2018) hingga Sabtu (18/8/2018).

Boneka Minion yang disulap dari bekas botol air mineral

Hal yang menarik itu adalah dipamerkannya hasil kerajinan tangan yang sangat menawan seperti tempat meletakan Hand Phone (HP), tas kecil, tempat pensil, boneka minion, dan lukisan wajah, dan diletakan di antara buku-buku yang digelar di halaman Bank.

Barang-barang hasil kerajinan tangan tersebut sungguh membuat para pengunjung perpustakaan terlebih anak-anak tertarik dan ingin memilikinya. Namun syaratnya harus dipenuhi yakni harus membaca buku selama 30 menit lalu menceritakan isi buku yang dibacanya ke salah satu anggota Solmet Literasi yang bertugas mendampingi mereka serta menjawab pertanyaan yang diajukan. Alhasil cara ini mengundang anak-anak untuk berlomba membaca buku yang dipilihnya dan menceritakan apa yang telah mereka baca.

Pantauan media ini semua anak-anak mendapat boneka yang bernama “Kaka Obet”. Kaka Obet adalah maskot Komunitas Solmet Literasi yang menyerupai minion dan sangat lucu. Kaka Obet merupakan nama orang yang sangat familiar di Pulau Timor dan sengaja dipilih oleh anggota Komunitas Solmet Literasi

Botol bekas air mineral saat akan disulap menajdi “Kaka Obet”

untuk menarik perhatian pengunjung, di samping itu juga agar pengunjung tidak melupakan kegiatan literasi yang dibuat ini.

Sebenarnya benda-benda hasil kerajinan tangan ini dibuat oleh para Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro FST Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Kelompok mahasiswa yang turut bergabung di Gerakan Membaca Kembali Solmet Literasi ini menamakan kelompok mereka “Generasi Kreatif 2018”. Apa pasalnya?

Dari ide-ide kreatif yang dimiliki mereka, barang-barang bekas seperti botol air mineral bekas, stik es krim, Kock, tali disulap jadi barang berharga dan bermutu. Sungguh menjadi hal yang menarik karena “sampah-sampah” yang dibuang orang di pinggir jalan disulap mereka menjadi hasil kerajinan serta penuh nilai estetika.

Tempat menaruh HP terbuat dari stik es krim

“Generasi Kreatif 2018” terdiri dari Dedy R. A. Costa, Maria Tobi, Hilton Huru, Ruben Obi Tabun, Asarya F. Y. Fangidae, Aryus A. Taneo, Risal Lian, Fridolin Sasi, Revis Kadja, Madeline Seyk, Andry Candra, Richardus A. Wenggo, Joao Pedro D. M Pinto Ribeiru, Yentri Seran, Patrisius Surexit, Jose M. Beding, Juan J. Dimu Rihi, Dion D. D Malehere, Yefta Mesakh, Patriyadi Nenobesi, Marthen Leba, Alexander J. Akoit, Indra Y. Tolaik, Bayu Silla, Yakobus Kayetanus, Abdulrahman S. Salese, Zandy Nenogasu, Muhamad Nurseha Kossah.

Anak-anak muda tersebut masih semester V namun mereka memiliki visi dan misi untuk sosial dan kemanusiaan buktinya mereka mau mengisi liburan kuliah dengan bergabung di Solmet Literasi.

Hadir juga dalam kelompok muda itu Molina Olivia Odja (Vera Odja) sang dosen cantik yang setia mendampingi dan turut memberikan ide kreatifnya untuk Solmet Literasi

“Kaka Obet” Maskot Solmet Literasi

maupun untuk kelompok “Generasi Aktif 2018”.

Seminggu sebelum kegiatan literasi lewat perpustakaan jalanan dibuat, saat media ini menyambangi Komunitas Solmet Literasi, terpantau jika mereka sibuk dengan aktivitas mengumpulkan barang-barang bekas yang di dapat dari pencarian di sekitar Kota Kupang.

Luar biasa mereka begadang hanya untuk membuat boneka hampir seminggu lamanya. Botol-botol bekas itu, Ibu Dosen Vera Odja juga turut mencari. Hebat, dia dosen yang tidak merasa malu untuk mengumpulkan barang bekas. Tanpa rasa sungkan Vera Odja juga menjelaskan kepada anak-anak bimbingannya Generasi Kreatif 2018 untuk membersihkan, serta menyulap sampah-sampah itu menjadi benda hiasan yang tidak kalah bernilainya dengan yang dijual di toko-toko.

Molina Olivia Odja (Vera Odja) sang dosen cantik yang setia mendampingi dan turut memberikan ide kreatifnya untuk Solmet Literasi maupun untuk kelompok “Generasi Aktif 2018

Arys Lauwingbara, S. Th Calon Vikaris GMIT saat mengunjungi perpustakaan jalanan itu mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Komunitas Solmet Literasi dan sangat tertarik dengan pajangan yang ada. Dirinya ingin belajar dari “Generasi Kreatif 2018” tentang cara memanfaatkan sampah menjadi hal yang indah dipandang mata.

Usai kegiatan perpustakaan jalanan di Kota Kupang, Komunitas Solmet Literasi bersama Generasi Kreatif 2018 akan mengelilingi NTT untuk kampanye 30 menit membaca buku dan memperkenalkan Kaka Obet yang baru dilahirkan oleh anak-anak Mahasiswa Jurusan Elektro FST Undana.

Apa anda tertarik ingin memiliki benda-benda itu, menghiasnya di kamar atau ruangan anda  atau jika ingin belajar cara pembuatannya anda dapat menghubungi Pedro Generasi Kreatif 2018 di nomor ini 082146274409. (61/fn)

Generasi Kreatif 2018 adalah anak-anak Mahasiswa Jurusan Elektro FST Undana yang tergabung dalam Solmet Literasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here