(sepenggal cerita dalam perjalanan ke arah matahari terbenam)

“Bu…ini manik-manik untukmu,”

“dari mana kau memperolehnya,nak?”

***

Dari rindu yang belum tuntas,

Dari sesal yang belum terlalu ranum,

Dari puisi yang belum purna’

Dari kata paling purba,

Dari…

“Ah…sudahlah Bu…

Dari manapun manik-manik ini,toh,tetap akan ku berikan untukmu…”

 

Maaf jika manik-manik ini kadang hanya sampai pada kata di ujung bibir…

Damian D’veuster de Rosari

 

 

Kuwu, Juni 2018

280498

De Veuster

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here