Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius melakukan bakti sosial di depan Polda NTT dan pasar Naikoten. Jumat (19/10/2018) sore

KUPANG, fortiternews.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam wadah Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius melakukan bakti sosial di depan Polda NTT dan pasar Naikoten pada hari Jumat (19/10/2018) sore.

Hal ini disampaikan Kontributor Fortiternews.com yang juga salah satu anggota PMKRI Cabang Kupang via pesan Whatsapp pada hari Sabtu (20/10/2018) pukul 07.00 wita.

Gerakan ini diberi nama “Jumat Bersih” yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan Dies Natalis PMKRI Cabang Kupang ke-55 yang jatuh pada 25 Oktober 2018 nanti.

PMKRI Kupang sadar bahwa idealnya setiap tempat-tempat umum harus dijaga kebersihannya. Sehingga,  anggota PMKRI terjun langsung di sekitar Polda NTT dan pasar Inpres Naikoten Kupang untuk memungut sampah-sampah organik dan anorganik yang bertebaran di got maupun jalanan.

Us dan Indah, anggota muda PMKRI Cabang Kupang mengaku senang terlibat dalam kegiatan Jumat Bersih ini.

Us menyebutkan, ada banyak sampah  yang bertumpukan di got. Hal ini membuat aliran air yang menuju ke pembuangan akhir terhambat dan menimbulkan bau yang tak sedap.

“Namun,  kami berhasil membersihkan dan mengangkat sampah-sampah yang ada di selokan menuju ke pembuangan akhir sehingga air yang menuju ke pembuangan akhir berjalan dengan lancar,” katanya.

Sedangkan menurut Indah,  agar kebersihan lingkungan tetap terjaga, perlu komitmen dari pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Kupang.

Sementara itu, Presidium Gerakan Masyarakat (GERMAS) PMKRI Cabang Kupang, Emanuel Boli menuturkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sangat kurang di sekitar wilayah Kota Kupang.

“Mereka kurang menggunakan tempat sampah yang disiapkan oleh Dinas Kebersihan Kota. Karena kurangnya kesadaran akan kebersihan ini, maka ada begitu banyak sampah yang berserakan di pinggir jalan. Bahkan ada begitu banyak sampah yang dibuang di got sehingga menghambat aliran air,” ungkap Boli yang akrab disapa Soman Labaona.

Selanjutnya, Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Engelbertus Boli Tobin mengatakan, kegiatan “Jumat Bersih” yang dilakukan PMKRI  Kupang sebagai bentuk kerja nyata untuk mewujudkan lingkungan Kota Kupang yang bersih, sehat, indah, rapih, dan bebas dari sampah.

Oleh karena itu, Boli Tobin mengajak masyarakat Kota Kupang  untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan demi terwujudnya Kota Kupang yang green dan clean sesuai dengan  kebijakan pemerintah.

PMKRI Kupang juga berharap gerakan tersebut dapat memotivasi gerakan-gerakan lainnya. Tidak hanya sekedar memungut sampah namun juga berusaha  tidak membuang sampah. Karena lingkungan yang bersih khususnya di tempat-tempat umum adalah idaman kita semua.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari POLDA NTT dan masyarakat Kota Kupang. Terbukti dengan beberapa Polisi yang sedang melakukan tindak pelanggaran (Tilang) di lampu merah memberi apresiasi secara langsung.

Selain memberi  mengapresiasi, penjual di pasar Naikoten ikut dan  menyumbangkan karung kepada anggota untuk mengumpulkan sampah, beberapa membantu memungut sampah di dekat stannya dan memasukkannya ke dalam karung.

Bahkan terlihat seorang ibu memberikan perhatian membantu mengikatkan kantong plastik pada salah satu anggota PMKRI agar tidak mengotori tangannya saat memungut sampah. (Yohana/redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here