Perarakan Besar Patung bunda Maria di Kabupaten Malaka

MALAKA, fortiternews.com – Pameran Perarakan Besar Patung Suci Bunda Maria Kabupaten Malaka tahun 2018 harus jadi sarana untuk mempersatukan umat seluruh agama di Kabupaten Malaka serta saudara-saudara lain di Kabupaten Tetangga. Kita berharap melalui pelaksanaan Pameran Perarakan Besar Kabupaten Malaka kita bisa membangun kebersamaan, persaudaraan dan solidaritas antar umat beragama agar tumbuh aman dan damai di Kawasan Perbatasan RI-RDTL.

Baca juga : http://fortiternews.com/pameran-memeriahkan-perarakan-besar-dekenat-malaka-dipadati-pengunjung/

Harapan itu disampaikan Deken Malaka, Rm. Edmundus Sako, Pr di Betun, Senin (22/10/2018).

Deken Malaka Romo Edmundus Sako, Pr mengatakan Perarakan Besar Patung Suci Bunda Maria Malaka yang digelar dua tahun sekali pada tahun genap merupakan sarana Devosi kepada Bunda Maria bagi Umat Dekenat Malaka dan Keuskupan Atambua.

Romo Deken Malaka, Rm. Edmundus Sako, Pr

“Kita juga gelar pameran pembangunan yang melibatkan umat 17 Paroki di Dekenat Malaka dan juga terbuka bagi seluruh warga di Kabupaten Malaka maupun di luar Malaka yang mau berpartisipasi,” kata Romo Edmundus.

Romo Deken Malaka ini juga mempersilahkan seluruh umat untuk memamerkan semua hasil kerajinan tangan yang dimiliki.

“Manfaatkan moment ini sebaik mungkin untuk tetap membina persaudaraan antar sesama umat lintas agama di daerah ini agar terjalin kedamaian dan keamanan di kawasan perbatasan ini,” harapnya.

Ketua Umum Perarakan Besar Patung Suci Bunda Maria Malaka 2018, Petrus Bria Seran mengatakan agar dalam pelaksanaan pameran tetap menjalin kebersamaan dan persaudaraan antar umat baik yang Katolik dan umat lintas agama.

Ketua Panitia Perarakan Besar Patung Bunda Maria, Petrus Bria Seran

“Kegiatan Pameran yang digelar merupakan sarana dan media untuk menjaga kebersamaan dan menciptakan persaudaraan antar umat, saya minta kepada pemilik stan agar saling menjaga satu sama lain , tetap menjaga ketertiban dan keamanan karena walau ini kegiatan pameran namun tetap dalam nuansa religius. Saya minta para penjual agar jangan menaikan harga semaunya sendiri tetapi minimal sama dengan harga toko agar pameran ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Petrus Bria Seran (edi/fn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here