Selimut Sutra

Selimut sutra…

Di ujung belati modern

Terkuak luka-luka yang sedang datang

Menghempas hangat dekapanmu,

Jiwamu, dan kilaumu dari rahim leluhur kami

Tiap datang pagi dan senja yang dingin

Kau tanggal dari paha, dada, dan liang pusar.

Yah, hampir seluruh tubuh kami mengenyahkanmu

Selimut sutra…

Kafan-kafan lapar benang

Tinggal pada mahligai raga sakral kami

Sembari bersorak menyanyikan lagu kemerdekaan

Selimut sutra…

Kembalilah dengan balutanmu

Sebelumnya pada hati dan kepala kami

Agar kami menjemputmu

Dalam kehidupan.

(Oelnunuh 19 Agustus 2018)

*****************

Kepada Kakek

Halilintar tak pernah usai

Membuntuti langkahmu.

Tangan kaki adalah juak dari kepala yang kaya

Negeri kita adalah rimba rambu-rambu sengketa

Kau adalah penulis petisi dari kulit-kulit kayu

Menganyam asa

Memohon damai

Menuntut pendidikan bagi manusia.

Kini tanah ini adalah mahligai

Berakar kusuma.

(Soe, 2016)

 *************

Oleh : Bruno Rey Pantola

*Penulis adalah anak Desa Oelnunuh, Timor Tengah Selatan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here