KUPANG, fortiter news – Massa aksi yang menamakan diri mereka Forum Peduli Kemanusiaan melakukan aksi damai menuntut Irjen Pol Drs. Raja Erizman Kapolda NTT untuk mengusut tuntas kasus kematian Carolino Agustino Sowo yang adalah mantan Frater OCD juga Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Semester IX pada hari Kamis (7/9/2018).

Forum Peduli Kemanusiaan yang terdiri dari gabungan para pastor dan Para Frater saat akan melakukan aksi damai dari Kantor Gubernur NTT ke Mapolda NTT

 Gabungan massa aksi ini terdiri dari Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Biarawan Karmel (OCD) Indonesia, Alumnus Fakultas Filsafat Unika Kupang, OCDS Indonesia, Sahabat Karmel OCD Indonesia, Orang Muda Katolik, Keluarga Eks OCD Indonesia, Persatuan Mahasiswa Ngada dan Nagekeo, Ikatan Religius Keuskupan Agung Kupang (IRKAK), Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Kupang, dan Masyarakat Peduli Kebenaran.

Massa aksi mulai berkumpul di Jalan El Tari depan Kantor Gubernur NTT jam 02.00 siang dan melakukan long march menuju Mapolda NTT dalam balutan Jubah putih dan cokelat yang merupakan pakaian religius mereka. Massa aksi ini juga adalah gabungan para Pastor, Frater, Suster, dan Biarawan-Biarawati dan hampir berjumlah 500 orang.

Alasan titik start dimulai di depan Kantor Gubernur NTT adalah untuk memantik perhatian dari Viktor Laiskodat dan Yoseph Nae Soi yang merupakan Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 yang baru saja dilantik oleh Presiden dua hari sebelumnya yakni pada Rabu (5/9/2018) di Istana Negara agar pihaknya membantu proses pengusutan kasus kematian Carolino Agustino Sowo yang ditemukan tewas tenggelam di Pantai Oesapa pada 24 Juli 2018 maupun kasus-kasus kemanusiaan lainnya yang terjadi di NTT.

Susana panas yang menyengat tidak menyurutkan langkah para Imam Katolik, para Calon Imam Katolik, Suster, dan Biarawan-Biarawati tersebut untuk menyuarakan tuntutan mereka supaya Irjen Pol Drs. Raja Erizman Kapolda NTT mengambil alih kasus kematian Carolino Agustino Sowo (Charli Sowo/Lali Sowo) yang saat ini ditangani oleh Polsek Kelapa Lima Kapolres Kupang Kota dan diduga tidak dilanjutkan oleh Penyidik.

Lantunan doa-doa Rosario serta lagu-lagu kaum berjubah ini memecah udara Kota Kupang yang sangat terik. Perlahan namun pasti Frater Juan Lende, OCD mengajak Forum Peduli Kemanusiaan mendoakan Jiwa dari Carolino Agustino Sowo beristirahat dalam damai Tuhan serta mendoakan aparat penegak hukum untuk lebih giat lagi dalam proses penyelidikan kasus kematian Charli Sowo yang penuh misteri itu.

Dengan penuh haru Forum Peduli Kemanusiaan ini melakukan aksi damai menuntut Irjen Pol Drs. Raja Erizman Kapolda NTT hanya dengan doa-doa nan syahdu dan tanpa agitasi atau orasi seperti aksi demonstrasi pada umumnya.

Dengan berbisik, seorang Frater yang tidak mau disebutkan namanya Kepada Wartawan mengakui jika aksi yang dibuat ini adalah untuk memanggil kembali kebenaran yang telah direngkuh dari tempatnya berada. Menurut Frater itu kebenaran harus dikembalikan pada jalannya. Dirinya berharap agar lewat lantunan doa-doa dan pujian yang dikumandangkan dapat membuka mata hati aparat penegak hukum untuk bekerja secara maksimal menuntaskan kasus kematian Charli Sowo.

Kehadiran para Pastor, Frater, Suster, dan Biarawan-Biarawati itu mengundang perhatian para pengguna jalan yang melewati sisi sebelah jalan El Tari.

Nanda salah satu pengguna jalan tertegun menyaksikan pemandangan yang tidak lazim ini. Kepada Media ini, Ia mengatakan jika dirinya kaget dan merasa haru. Apa yang sedang terjadi dan mengapa para Pastor dan Frater turun ke jalan dan berdoa sambil mengenakan Jubah yang menjadi pakaian mereka. Tidak cukupkah mereka berkotbah dari mimbar?

Puluhan Pastor hadir pada kesempatan ini

“sudah saatnya para Pastor ini dan para Frater yang studi di Fakultas Filsafat dan hidup di balik tembok Seminari untuk menyuarakan secara langsung kasus kematian Charli Sowo yang hingga di hari ke 47 kematiannya yang tragis oleh pihak Kepolisian tidak jelas penyebabnya. Dengan ini membuka mata dan hati pihak Polisi yang menangani kasus ini supaya bertanggung jawab menyelesaikannya dan mengabarkan kepada keluarga apa yang menjadi penyebab kematian Charli Sowo. Supaya Polisi juga jangan gunakan kalimat korban tewas tenggelam jika ada kasus penemuan mayat lagi di pantai. Jangan sampai nyawa manusia ini seenaknya dihabisi lalu dibuang begitu saja. Nanti jawaban Polisi itu sama, mereka korban tewas tenggelam,” jelas Nanda.

Jam 03.00 sore masih dalam suasana doa dan diiringi lagu-lagu Forum Peduli Kemanusiaan ini tiba di depan Mapolda NTT. Forum Peduli Kemanusiaan diterima oleh AKBP Anton Cn Nugroho Kapolres Kupang Kota. Setelah melakukan negosiasi Forum Peduli Kemanusiaan diijinkan masuk ke halaman Mapolda NTT untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Namun sebelum menyampaikan tuntutan mereka, Frater Baldus, Pr yang memimpin aksi memberikan kesempatan kepada Forum Peduli Kemanusiaan untuk membacakan puisi keprihatinan, berdoa bersama, dan menyanyikan lagu requiem sebagai tanda berkabung.

Pater Deus Djabur, OCD saat meminta massa aksi menyalakan lilin yang dibawa mengatakan jikalau lilin yang dinyalakan di halaman Polda NTT bertujuan untuk menerangi kegelapan nurani pihak-pihak yang mengangkangi kebenaran.

“semoga dengan lilin yang dinyalakan ini terang juga menaungi Polda NTT untuk mampu mengusut tuntas kasus kematian Charli Sowo yang penuh tanda tanya dan tidak wajar,” kata Pater Deus memecah keheningan.

Setelah itu Pater Deus Djabur, OCD Koordinator Aksi membacakan tuntutan yang isinya sebagai berikut menuntut Kapolda NTT untuk segera mengambil alih kasus kematian Charli Sowo yang ditangani oleh Polsek Kelapa Lima Polres Kota Kupang, menuntut Kapolda NTT agar segera membentuk tim investigasi khusus agar dapat mengungkap dan menangkap pelaku-pelaku kasus pembunuhan Charli Sowo, menuntut Kapolda NTT untuk segera melindungi para saksi yang akan bersaksi, menuntut Kapolda NTT supaya secara terbuka dan segera mengumumkan hasil investigasi kasus kematian Charli Sowo, menuntut Kapolda NTT untuk segera mempercepat proses penanganan kasus kematian Charli Sowo, menuntut Kapolda NTT untuk segera menangani kasus ini secara profesional, jika tuntutan-tuntutan ini tidak segera dilakukan maka kami akan datang kembali untuk menanyakan tindak lanjut proses ini dengan jumlah massa yang sangat besar.

Massa aksi saat berada di halaman Mapolda NTT untuk membacakan tuntutan supaya Kapolda NTT mengusut tuntas kasus kematian Charli Sowo

Usai membacakan tuntutan, perwakilan masa yang terdiri dari Pater Deus, OCD, Pater Abdul, OCD, Romo Roni Pakaenoni, Pr, Romo Theo Silab, Pr dan para Pastor Claret lainnya melakukan dialog dengan pihak Kapolda NTT, Polres Kupang Kota, Penyidik dari Polres Kupang Kota di ruang Intel Polda NTT.

Menjawab pertanyaan setelah dialog dengan pihak Kepolisian, Pater Deus, OCD yang didampingi Pater Abdul, OCD, Romo Roni, Pakaenoni, Pr, dan Romo Theo Silab, Pr menjawab bahwa Polisi sedang menyelidiki kasus kematian Charli Sowo yang dinilai tidak wajar.

“ke depan akan disampaikan hasilnya oleh pihak Kepolisian dan kita doakan supaya dapat dilakukan dengan baik. Kami datang ke sini kami hendak menanyakan sejauh mana penyelidikan oleh Polisi dan apa penyebab kematian saudara kami ini,” jawab Pater Deus, OCD.

Pantauan Media ini Forum Peduli Kemanusiaan membubarkan aksi mereka dengan tertib dan aman namun sebelum itu menyempatkan diri untuk bersalaman dengan aparat Kepolisian yang bertugas mengamankan aksi tersebut.(61/fn)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here