Sabtu, 20 Oktober 2018: Hari Biasa, Pekan Biasa XXVIII

Bacaan Injil: Luk 12:8-12
“Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, akan diakui pula oleh Anak Manusia di depan para malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal pula di depan para malaikat Allah”

Refleksi :

Beriman itu ada syarat dan jaminannya. Kali ini, Yesus berbicara terbuka memakai mentalitas bumi dan mentalitas surgawi. Di bumi, setiap orang butuh pengakuan. Entah tentang kebaikan, ketampanan, kesuksesan atau pekerjaannya. Mengikuti ritme dunia , Yesus pun butuh pengakuan. Kita dapat meringkasnya senada dengan Injil di atas: Mengakui Dia sebagai Anak Allah. Ini cukup untuk Yesus. Mengapa? Karena mengatakan Dia sebagai Anak Allah, berarti mengakui ciri-ciri Allah: Baik, Benar dan Indah. Lalu diikuti ciri lainnya: Maha Kasih, Maha Pengampun, Maha Adil, dll.

Lalu, bagaimana tipe mentalitas surgawi? Tak lain dan tak bukan, mentalitas itu searah dengan yang di dunia. Mengakui Tuhan, diakui Dia di hadapan para Malaikat. MenyangkalNya, disangkalNya juga.

Itulah syarat dan jaminan dalam beriman. Hal penting tanpa kompromi. Bahwa Yesus adalah Anak Allah. Dan para pengikutNya terikat dengan nilai-nilai Injili yang dituturkan-Nya.

Pesan :

Kita Bahagia jika diakui. Apalagi yang mengakui kita adalah mereka yang kita kasihi. Kita menanti pengakuan dari sesama? Jangan tunggu, dahulukan pengakuan kita terhadap mereka. Dalam bahasa manusiawi kita, sederhana namun jujur dan konsisten. Dan kata-kata pengakuan itu haruslah: baik, benar dan Indah.

Di dunia kata-kata pengakuan ini mampu merubah dukacita menjadi sukacita, galau menjadi tenang, kurang pe-de menjadi yakin, putus asa menjadi berharap, pemarah menjadi penyabar, benci berubah Cinta, maka standar ini menjadi valid bahwa diri kita telah dimeterai oleh Roh Kudus untuk mengakui dan memberi kesaksian tentang Anak Allah. Lagi-lagi, menjadi terakhir dari refleksi kita, bahwa beriman berarti bersaksi tentang Yesus. Berhenti bersaksi, maka penyangkalan pun mulai. Hati-hatilah. Amin.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.
P. Abdul Ocd (Pastor dan Biarawan, Tinggal di Biara Karmel OCD San Juan Kupang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here