Ilustrasi

Selasa, 25 September 2018: Hari Biasa, Pekan Biasa XXV
Bacaan Injil: Luk 8:19-21
“Pada suatu hari datanglah Ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.Maka diberitahukan kepada Yesus, “Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau.” Tetapi Yesus menjawab, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya.”

Refleksi :
Adalah lumrah keluarga, dalam hal ini Maria dan saudara-saudara Yesus ingin menemui -Nya. Mereka seperti kebanyakan kita berusaha bertemu Tuhan tetapi terhalangi “Orang Banyak “. Halangan ini menjadi alasan bagi kita merasa jauh dari Tuhan atau sulit mendekatiNya. Untuk itu, marilah kita melihat bersama beberapa gagasan pokok sebagai bahan refleksi hari ini berkaitan dengan Injil di atas.

Pertama , kita tidak bisa bertemu Tuhan karena “orang banyak “. Siapakah orang banyak itu? Secara umum, Orang banyak itu adalah masyarakat. Sejujurnya, peradaban modern dan gaya hidup sekuler telah menjadi hambatan bagi banyak orang mendekati Yesus. Simbol-simbol kekristenan telah dikalahkan dengan simbol-simbol teknologi modern. Kitab Suci sendiri sudah tidak sepopuler berita online di medsos. Bahkan, di banyak negara maju sudah menghapus pelajaran agama bagi para siswa/i. Dampaknya, banyak warga menjadi asing dengan pengetahuan tentang Tuhan dan Kitab Suci. Di bagian lain, secara khusus “orang banyak “ dapat diartikan sebagai keluarga atau sahabat-sahabat kita sendiri yang menghalangi kita bertemu Tuhan. Misalnya, sering kita dengar ada orang mengatakan “ah, untuk apa ikut misa, toh pulang kelakuanmu sama saja “. Atau di kelompok-kelompok modern sudah ada sistem “arisan misa’, maksudnya yang satu ikutserta dalam Misa mewakili teman-temannya. Situasi Gereja kian rumit.

Kedua , Kita tidak bisa bertemu Yesus karena kurang mengenal Dia. Maria dan saudara-saudara Yesus terpengaruh dengan pandangan umum bahwa Yesus sudah gila dan dipengaruhi roh jahat. Karena itu, mereka hanya mampu berada di luar kerumunan bersamaan dengan pandangan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat tentang diri dan ajaran Yesus. Kita, dalam hal lain pun tidak bisa bertemu dengan Yesus karena cara pandang yang salah akan diri Yesus. Kita sering beranggapan bahwa kalau rutin berdoa itu akan menjadikan kita biarawan/wati. Seringkali kita juga beranggapan bahwa kita sudah jatuh terus dalam dosa yang sama, maka Yesus sudah lelah mengampuni kita. Ada juga yang beranggapan bahwa, orang-orang yang secara publik dianggap berdosa harus diasingkan dari ruang sakral. Dan ada banyak contoh yang membuat diri kita jauh dari Yesus karena keterbatasan kita akan pengetahuan tentang misi Yesus di dunia ini.

Ketiga , kita tidak bisa bertemu Yesus karena kita tetap bertahan di luar dan tidak bisa mendengarkan Firman-Nya. Karena berada jauh di luar Yesus maka kita sulit membangun persahabatan dengan Dia. Lihat saja ada banyak orang datang Misa tetapi senang berdiri di luar gereja. Keadaan ini terbukti rentan dengan sikap penolakan akan aturan-aturan Gereja, Sakramen-sakramen, pelayanan pastoral lainnya. Harus diakui juga bahwa banyak orang menjadi anti Gereja bukan karena orang-orang yang mengeluarkan aturan pastoral kurang punya pengetahuan dan persahabatan intim dengan Tuhan, melainkan karena tidak peduli pada Gereja dan tidak pernah terlibat dan tidak inhibit tahu tentang Yesus melalui Gereja-Nya.

Nah, dari beberapa gagasan tersebut kita satukan dalam satu refleksi umum “supaya kita dapat bertemu Yesus sekarang dan dapat membangun persahabatan dengan Dia, biasakanlah membaca Kitab Suci dan melaksanakannya di tempat kita berkarya “. Ada halangan “orang banyak “ saat kita hendak bertemu Yesus? Ingatlah pesan bijak berikut: “Kita selalu menemukan bahwa mereka yang berjalan paling dekat kepada Kristus adalah mereka yang harus bertahan terhadap pencobaan terbesar.” – St. Teresa of Avilla. (*)

 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.
P. Abdul, Ocd (Pastor Biarawan Karmel OCD tinggal di Biara Karmel San Juan Kupang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here