Kamis, 11 Oktober 2018: Hari Biasa, Pekan Biasa XXVII

Bacaan Injil: Luk 11:5-13
” Oleh karena itu Aku berkata kepadamu, mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.Karena setiap orang yang meminta, akan menerima; dan setiap orang yang mencari, akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu. Tuhan “

Refleksi :

Ada tiga kata kerja imperatif yang muncul dalam kutipan di atas: mintalah, carilah dan ketuklah. Ketiganya dapat dihubungkan dengan satu kata benda: ketegaran/ketetapan.

Mintalah : narasi Lukas pada bagian awal Injil hari ini tentang seorang sahabat yang meminjam 3 buah roti kepada sahabatnya. Angka 3 ini menjadi simbol dari batasan permintaan. Artinya, permintaan itu harus sesuai kebutuhan.

Jangan sampai kita meminta berkat roti/makanan tetapi kita menjadi serakah. Permintaan kita juga tidak berarti kita mau memaksakan keinginan untuk dipenuhi Tuhan, melainkan ada kesadaran bahwa apapun kita minta itu tergantung pada Sang Pemberi.

Carilah : ada sesuatu yang kurang dari kita. Itulah yang harus kita cari terus menerus. Tentu saja, Lukas tidak sedang mengarahkan kita untuk mencari kepuasan dari nafsu-nafsu kita atau mencari sesuatu yang melampaui kemampuan melainkan kita diingatkan untuk mencari harta terpendam yang bukan saja menguras energi tetapi harus ada pengorbanan diri.

Ketuklah : Pintu rumah mana yang harus kita ketuk? Lagi-lagi Lukas mengingatkan kita untuk mengetuk rumah sahabat kita. Seorang sahabat tidak saja membuka pintu tetapi ia sekaligus mendengarkan sahabatnya.

Pesan : masih ingat peta doa Bapa Kami? Injil hari ini mengafirmasi arah yang ditunjukkan dalam peta rohani itu: yang kita minta itu roti/rejeki atau berkat untuk hari ini berarti permintaan harus sesuai kebutuhan. Kemudian kita mencari apa? Peta rohani mengarahkan kita untuk mencari Kerajaan Allah: kekudusan, kehendak Tuhan dan kemuliaan. Dan terakhir, kita diperintahkan untuk mengetuk pintu.

Rumah/hati siapakah yang sesuai peta Doa Bapa Kami? Baik injil kemarin maupun hari ini mengarahkan kita pada: Ketuklah rumah Bapa, lalu sahabat-sahabat kita dan rumah kita sendiri harus menjadi tempat di mana sesama datang dan mengetuknya. Jadi, ketiga kata kerja imperatif tersebut hanya dapat dilaksanakan jika masing-masing kita memiliki ketegaran atau ketetapan hati untuk terus tanpa kenal lelah meminta, mencari dan mengetuk. Amin.

Selamat Sore dan Tuhan memberkati.
P. Abdul Ocd (Pastor dan Biarawan Karmel OCD tinggal di Biara Karmel OCD San Juan Kupang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here