Mereka di sana bernyanyi riang. Sementara kita  di sini masih mencari celah untuk saling memperdaya.

Agustina Bate | Penyair adalah Guru di SMP St. Agustinus Langa dan penikmat sastra.

 

Hallo pembaca Fortiter News silahkan dinikmati sajak-sajak karya Agustina Bate ini dan jika anda ingin mempublikasikan karya sastra anda atau tulisan lainnya dapat menghubungi kami di kolom Kontak.

*****

 

Nariwowo

Ku ceritakan ini padamu langit, gunung, dan bukit, bahwa kini,

Ada kisah yang dilukis di antara semak-semak…

Ada kisah yang bersembunyi di antara rerumputan,

Kisah yang mulai usang terbawa waktu yang berlari tak mau tahu

Kisah yang mulai pudar terkikis jejak-jejak kaki yang berjalan dengan angkuh

Pipit menari mencoba memulai kisah…

kisah yang pernah ditorehkan di bukit ini…

bukit Nariwowo, bukit pencatat kisah tiap insan…

yang meneteskan derai air mata,

derai canda dan tawa

di sini…

Bukit pun berhenti memancarkan pesona…

mungkin mereka lelah,

lelah pada waktu yang tak pernah mau tahu

lelah padamu langit yang tak pernah mau peduli. (*)

*****

Tawa Gadis Kecil

 

Tawa kecil yang terukir itu.

Mengalir begitu indah, begitu tulus, dan begitu syahdu…

Tak ada dusta, tak ada kebohongan…

Wajah polos mereka, merias mentari yang lelah

Jejak kecil yang tergambar di tanah berdebu menyambut mereka dengan bahagia…

Yah….wajah-wajah polos dari gadis-gadis kecil

yang berlari diantara hembusan angin sore

Wajah-wajah yang dikatakan dekil

Namun, tak sama dengan hati mereka

Wajah-wajah yang tak pernah munafik dalam memberikan senyum.

Menyanyi, melenggok, dan membawakan lagu penuh ceria

Malu rasanya,

Malu pada mereka yang tak tahu arti kebohongan,

Malu pada mereka yang tak tahu arti kemunafikan…

Mereka di sana bernyanyi riang.

Sementara kita  di sini masih mencari celah

Untuk saling memperdaya. (*)

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here