Pelaku dan barang bukti yang diamankan Satgas Pamtas RI-RDTL

BELU, fortiternews.com – Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 715/MTL Letkol Inf Farid Yudis Purwanto, Melalui Wadan Satgas RI-RDTL Sektor Barat Yonif 715/Mtl, Mayor Inf. Enggar Armyasto menyampaikan kepada Media ini di Betun Sabtu (20/10/18) pukul 10.00 wita.

“Kemarin hari Jumat (19/10/2018), di Pos Haslot Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 715/Mtl berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sepeda motor dari Republik Indonesia ke Negara Republik Demokrat Timor Leste (RDTL). Anggota Kami Dari Satuan Tugas Pengaman Perbatasan RI-RDTL Yonif 715/Mtl berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda  motor Honda Beat warna putih thn 2018 beserta dua orang pelaku yaitu atas nama Febrianus Tuas Leman (23 thn) dan Atanasius Berek (30 thn) warga Wemasa, Kecamatan Kobalima dan Haslot kecamatan Kobalima Timur,  Kabupaten Malaka. Ini berdasarkan keterangan Anggota Kami Dankipur 3 Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 715/Mtl Lettu Infanteri Arpa,” tuturnya.

penyelundupan ini kembali terjadi, karena sebelumnya Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 715/Mtl juga telah berhasil menggagalkan penyelundupan 3 unit motor yang akan dijual ke negara sebelah  RDTL.

“Terkait kejadian in saya menghimbau agar masyarakat jangan lagi melakukan perdagangan ilegal, pelintas batas ilegal dan perbuatan lain yang melanggar hukum di perbatasan negara,” harapnya.

kedua tersangka dan barang bukti saat ini telah diserahkan kepada pihak Polsek Kobalima di Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka untuk selanjutnya  diproses menurut aturan hukum yang berlaku.

Terpisah Kapolres Belu AKBP Christian Tobing Melalui Kapolsek Kobalima AKP Marten Pelo Kila kepada media ini di Kobalima pada Sabtu (20/10/18) membenarkan kejadian tersebut.

AKP Marten Pelo Kila mengungkapkan saat ini pelaku sedang diamankan di Polsek Kobalima untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, jika terbukti  bersalah maka akan dikenakan Pasal  Undang-undang Khusus Penyeludupan.

Dirinya menghimbau agar masyarakat berhenti melakukan penyelundupan ilegal tersebut karena itu merupakan perbuatan tindak pidana yang tidak bisa dibenarkan. (edi/fn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here