Permaffil. Keluarga Berens Benyamin foto bersama Komunitas Panti Asuhan Sonaf Maneka Kupang

KUPANG, fortiter news – Persatuan Mahasiswa Awam Fakultas Filsafat (Permaffil) Universitas Widya Mandira Kupang bersama Keluarga Berens Benyamin melakukan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Katolik Sonaf Maneka di Jalan Timor Raya, Kilometer 11, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang pada hari Sabtu (29/9/2018) pukul 15.00 wita.

Hadir dalam kunjungan ini adalah para mahasiswa eks Frater yang berkuliah di Fakultas Filsafat Unwira Kupang berjumlah belasan orang dengan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Awam Fakultas Filsafat (Permaffil) Yanuarius Mau didampingi Berens Benyamin bersama Vibi Radamuri istrinya.

Yanuarius Mau yang merupakan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Awam Fakultas Filsafat dalam sambutannya menjelaskan jika kelompok mereka ingin mengenal dan merasakan lebih dekat kehidupan anak-anak Panti Asuhan Sonaf Maneka Kupang.

Persatuan Mahasiswa Awam Fakultas Filsafat Unwira Kupang

“kita dapat saling kenal, sharing bersama, dan bersukacita bersama”, ucap Mau yang merupakan Mahasiswa Awam Fakultas Filsafat Semester VII ini.

Vibi Radamuri yang mewakili Keluarga Berens Benyamin saat memperkenalkan diri juga mengucapkan terimakasih kepada pengelola Panti Asuhan Sonaf Maneka yang telah menerima Permaffil dan Keluarga Berens Benyamin.

“Terima kasih sudah menerima kedatangan kami. Kami datang untuk berbagi kasih sukacita,” kata Vibi Radamuri yang adalah Penyiar Radio DMWS Kupang serta mantan Presenter I News Tv.

dalam kesempatan itu Vibi Radamuri juga memberikan motivasi kepada anak-anak Panti Asuhan Sonaf Manekan agar dapat rajin belajar serta bertanggung jawab saat diberikan tugas.

“kakak ini Penyiar radio dari umur 16 tahun, dan pernah menjadi Presenter Televisi Lima tahun. Jadi teman-teman di sini harus banyak belajar agar suatu saat bisa menjadi orang-orang hebat,” cerita Vibi memberi semangat.

Maria Imaculata Pengelola Panti Asuhan Sonaf Maneka Kupang pada saat memperkenalkan anak panti menuturkan jika anak-anak Panti Asuhan Sonaf Maneka Kupang berjumlah 130 orang. Dengan rincian yang balita 6 orang, TK 10 orang, SD 28 orang, SMP 20 orang, SMA 40 orang, dan yang sementara kuliah ada 21 orang di Politeknik Negeri Kupang.

Dirinya berterima kasih karena dapat bertemu dengan keluarga besar Permaffil dan keluarga Berens Benyamin yang datang mengunjungi Panti Asuhan Sonaf Maneka.

“Kami mendoakan agar Tuhan memberkati teman-teman yang datang dan berbagi senyuman yang tulus kepada anak-anak kami ini,” harap Imaculata

Keluarga Berens Benyamin foto bersama Maria Imaculata Pengelola Panti

Tentang Panti Asuhan Sonaf Maneka Kupang

Kepada FORTITER NEWS Maria Imaculata menceritakan kesulitan yang paling dibutuhkan yakni  beras, dana untuk membayar uang sekolah, seragam sekolah, dan lain-lain.

“Kami kesulitan kalau masuk tahun ajaran baru. Uang pendaftaran sekolah anak-anak saya ini yang banyak, untuk beli buku-buku dan lain-lain. Untuk melatih anak-anak berwirausaha, Kami panti mandiri dan punya usaha air galon,” tutur Imaculata.

Lanjut Imaculata menceritakan, Pendiri Panti Asuhan Sonaf Manekan adalah Yuliana Afoan Uskono yang berasal dari Kefa, Biboki Selatan, seorang pensiunan guru SDK Don Bosko 2 kupang pada tanggal 26 Juli 1980.

“Sonaf Manekan Artinya istana Cinta Kasih. Mama Yuliana Afoan juga pendiri TK Maria Ratu Karmel. Puji Tuhan pada bulan April 2018 salah satu anak saya di Panti sini lolos TNI Angkatan Darat dan bertugas di jogja. Hanya doa yang membuat kami bisa seperti ini. Tahun 2014 lalu ada anak kami yang lolos Polwan. pada Juli 2018 salah satu anak saya yang adalah Suster pada Kongregasi RVM mendapat tugas di Philipina. sedangkan pada tahun 2018 bulan Juli salah satu anak saya juga diwisudakan menjadi Sarjana Hukum. Saya juga bangga bahwa salah satu anak kami menjadi Frater di Seminari Tinggi Santo Mikhael Kupang dan sekarang menjalani TOP di Seminari Menengah St. Rafael Kupang,” papar Imaculata yang mengaku sangat berpasrah pada Tuhan untuk kehidupan anak-anak panti.

Kepada FORTITER NEWS juga Maria Imaculata menceritakan jika pada tanggal 25 Mei 2013 ada seorang bayi perempuan dibuang begitu saja di halaman panti. Dirinya pun mengambil anak itu dan merawat hingga kini sudah di Taman Kanak-Kanak.

Menurut Imaculata dalam hidup ini ada Tiga hal yang menjadi pegangan hidup anggota Komunitas Panti Asuhan Sonaf Maneka Kupang yaitu tidak boleh Kikir, tidak boleh membenci, jangan kuatir sebab kalau itu dipegang teguh maka Tuhan akan menambahkan segala sesuatu yang kurang.

Ada kisah lain lagi yang Mama Maria Imaculata sampaikan yaitu pada suatu waktu ada anak-anaknya yang akan menerima Komuni Pertama. Sebagai bentuk kasihnya Ia hendak memberikan pakaian yang bagus untuk mereka. Saat hendak mengambil uang tabungan di salah satu Koperasi, ternayat Koperasi itu tutup. Padahal waktu Komuni Pertama itu tinggal dua hari lagi. Apa yang terjadi, ternyata dalam kekalutannya itu datang seorang Bule (turis) yang mengunjungi Panti dan bermain bersama ana-anak. saat hendak pulang, bule tersebut memberikan uang dalam amplop sebesar 12 Juta. Padahal uang yang di tabungan pribadinya hanya 1 Juta 200 ribu.

“Tuhan itu Maha Kasih. Tuhan selalu memberi berkat lewat orang-orang yang penuh belas kasih,” ucap Imaculata sambil tersenyum.

Anda ingin membagi berkat silahkan datang ke Panti Asuhan Katolik Sonaf Maneka, Lasiana-Kupang. (Atoni Aleron/ fn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here